Teman boleh berganti setiap detik...
Waktu ataupun di setap langkah kakimu...
Namun perlu yang kita ketahui bahwa...
Sahabat sejati tidak akan pernah meninggalkan kita...
Saat susah maupun duka..
Saat Tawa ataupun luka...
Saat jaya ataupun merana...
Mereka akan selalu ada disaat kita butuhkan..
Selalu megerti akan kita disaat orang meninggalkan kita..
Sahabat sejati tak pernah bisa digambarkan hanya sekedar dengan kata-kata..
Sahabat selalu berharga..
Dihati dan selamanya...
yossygreenmahas.pls
Rabu, 23 Mei 2012
Minggu, 01 Januari 2012
akankah sama
akan kah sama semuanya
bila kini telah berbeda...
d saat ini banyak akan cinta
cinta dri semua nya
memberikan makna terindah di setiap langkah
namun, akan kah sama
di suatu hari nanti
ketika tubuh ini
ak mampu tuk berdri sendiri
tak mampu tuk mengerti...
tak mampu tuk berbagii...??
akan kah masih ada yang setia
setia di setiap langkah
di setiap waktu dan setiap masa
disaat ku tak mampu seperti biasa...
akan kah???
mampukah??
bila kini telah berbeda...
d saat ini banyak akan cinta
cinta dri semua nya
memberikan makna terindah di setiap langkah
namun, akan kah sama
di suatu hari nanti
ketika tubuh ini
ak mampu tuk berdri sendiri
tak mampu tuk mengerti...
tak mampu tuk berbagii...??
akan kah masih ada yang setia
setia di setiap langkah
di setiap waktu dan setiap masa
disaat ku tak mampu seperti biasa...
akan kah???
mampukah??
Selasa, 27 Desember 2011
urgensi dan konsep Pendidikan Luar Sekolah

Disusun oleh :
1. Lesva Andesti A1J009025
2. David Pranata A1J011001
3. Nia Sarinastiti A1J011002
4. Yossy Andriani A1J011025
5. Humaidi Aziez A1J011026
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2011
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena penulis telah menyelesaikan tugas mata pelajaran Aplikasi Komputer dengan membahas “Urgensi dan Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah” dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
- Dosen bidang studi Aplikasi Komputer yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
- Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.
- Teman-teman sekalian.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.
Bengkulu, Desember 2011
Penulis

Kata Pengantar .......................................................................................................... ........... 2
BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................... ........... 4
A. LATAR BELAKANG ................................................................................. ........... 4
B. TUJUAN .................................................................................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 5
1. Urgensi Pendidikan Luar Sekolah............................................................................. 5
2. Konsep PLS............................................................................................................... 6
BAB III PEMBAHASAN........................................................................................ ........... 8
A. Urgensi PLS............................................................................................................... 8
B. Konsep PLS............................................................................................................... 11
BAB IV PENUTUP.................................................................................................. ........... 13
1. Kesimpulan ............................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap perkembangan dan peradaban manusia, tidak lepas dari yang namanya pendidikan. pendidikan sangat dibutuhkan oleh semua umat manusia. Tanpa adanya pendidikan, tidak akan adanya manusia yang mempunyai konsep hidup. Dan bila tidak ada konsep hidup, maka tidak aka nada yang akan membawa dunia kea rah yang lebih maju lagi.
Namun, dibalik itu semua kelemahan atau pun rendahnya SDM ini,disebabkan pula oleh ketidakmakmuran masyarakat dalam mengenyam pendidikan. Banyaknya anak usia sekolah yang seharusnya diusia mereka merasakan pendidikan seperti kebanyakan anak-anak seusianya harus bertahan hidup dan membantu orang tuanya dalam memerangi kemiskinan, bukannya memerangi kebodohan.
Karena itu, perlu menjadi perhatian bagi pemerintah melalui semangat otonomi daerah yaitu menggerakan program pendidikan non formal tersebut, karena UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat, dan pemerintah ikut bertanggungjawab kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun.
Sejalan dengan itu, dalam makalah ini kami akan membahas sedikit tentang urgensi pendidikan luar sekolah serta konsep dari pendidikan luar sekolah itu sendiri.
B. TUJUAN
Tujuan dari pembahasan makalah ini yaitu:
1. Mengetahui pentingnya pendidikan.
2. Mengetahui pentingnya pendidikan luar sekolah.
3. Mengetahui konsep dasar pendidikan luar sekolah
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Urgen Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan merupakan hal yang paling utama dan terutama bagi seorang manusia. Dengan adanya pendidikan, seseorang bisa menjadi makhluk yang terarah dan mempunyai arah. Karena pendidikan merupakan hal pokok dalam kehidupan, para ahli mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
Jean Jaqques Rosseau, seorang tokoh pembaharu Perancis menyebutkan, Semua yang kita butuhkan dan semua kekurangan kita waktu lahir, hanya akan kita penuhi melalui pendidikan. Aristoteles, ahli filsafat Yunani kuno berpendapat, bahwa perbaikan masyarakat hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu meperbaiki sistem pendidikan. Van de venter, tokoh politik ETIS atau balas budi, yang menjadi tonggak awal perkembangan munculnya golongan terpelajar Indonesia juga mengatakan, Pendidikan yang diberikan kapada rakyat pribumi, akan dapat merubah nasib pribumi. Tokoh Pendiri nasional yakni Ir. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara, juga menyebutkan bahwa satu-satunya yang dapat mengubah nasib suatu bangsa hanyalah Pendidikan.
Menurut Azyumardi Azra, kata pendidikan telah didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai kalangan yang banyak dipengaruhi oleh pandangan dunia masing-masing. Namun pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam semacam kesimpulan awal bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. (Azyumardi Azra: 2005: 3).
Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujukan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting dan mutlak bagi umat manusia. Oleh karena itu, tidaklah sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Tujuan pendidikan sesungguhnya menciptakan pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting dan mutlak bagi umat manusia. Oleh karena itu, tidaklah sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Tujuan pendidikan sesungguhnya menciptakan pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif.
Coombs (Trisnamansyah, 2003: 19) mendefinisikan nonformal education sebagai setiap kegiatan pendidikan yang diorganisasikan di luar sistem persekolahan yang mapan baik dilakukan secara terpisah atau sebagai bagian penting dari kegiatan yang lebih besar, dilakukan secara sengaja untuk melayani peserta didik tertentu guna mencapai tujuan belajarnya.
Sudjana (2001: 63) pendidikan luar sekolah telah hadir di dunia ini sama tuanya dengan kehadiran manusia yang berinteraksi dengan lingkungan di muka bumi ini dimana situasi pendidikan ini muncul dalam kehidupan kelompok dan masyarakat. Kegiatan pendidikan dalam kelompok dan masyarakat telah dilakukan oleh umat manusia jauh sebelum pendidikan sekolah lahir di dalam kehidupan masyarakat. Pada waktu permulaan kehadirannya, pendidikan luar sekolah dipengaruhi oleh pendidikan informal, yaitu kegiatan yang terutama berlangsung dalam keluarga dimana terjadi interaksi di dalamnya berupa transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan kebiasaan. Pada dasarnya kegiatan tersebut menjadi akar untuk tumbuhnya perbuatan mendidik yang dikenal dewasa ini.
2. Konsep Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan luar sekolah merupakan konsep yang muncul dalam studi kependidikan. Kaplan (1964) mengemukakan bahwa “ A concept is a construct (konsep adalah sebuah bentuk). Pengertian lebih luas ialah “Concept are mental images we used as summary devices for bringing together observations and experiences that seem to have something in common” (konsep adalah citra mental yang kita gunakan sebagai alat untuk memadukan pengamatan dan pengalaman yang memiliki kesamaan) (Babbie, 1986:114).
Menurut Turner (1974) “Concepts are abstract elements representing classes of phenomena within the field of study” (konsep adalah unsur-unsur abstrak yang menunjukan pengelompokan fenomena dalam suatu bidang studi tertentu). Kemp (1985) mengemukakan pembentukan konsep sebagai berikut : “Concepts relating together facts, objects, or events that have common features and assigning them a single name” (konsep di bentuk dengan menghubungkan fakta, benda, atau peristiwa yang memiliki kesamaan ciri yang kemudian diberi nama tersendiri).
Konsep pendidikan luar sekolah muncul atas dasar hasil observasi dan pengalaman langsung atau tidak langsung. Hasil observasi dan pengalaman ini kemudian dibentuk sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaan ciri-ciri antara pendidikan luar sekolah dengan pendidikan sekolah. Disamping itu pendidikan luar sekolah memiliki pengertian, sistem, prinsip-prinsip tersendiri yang berbeda dengan yang digunakan oleh pendidikan sekolah.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Urgensi Pendidikan Luar Sekolah
Dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pendidikan pada masyarakat yang tidak mungkin dapat melayani pendidikan jalur sekolah.
Pendidikan luar sekolah (PLS) memiliki tujuan, yaitu :
1. Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayat guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya.
2. Membina warga belajar supaya memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah dan melanjutkan ketingkat jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3. Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.
Penyelenggaraan PLS Urgen disini berarti penting. Jadi yang dimaksud seutuhnya adalah pentingnya pendidikan luar sekolah. Baik sebagai objek atau pun subjeknya. Kita tidak dapat memungkiri bahwa pendidikan itu sendriri sangat peting bagi kita. Selain itu, pendidikan tidak hanya dijalankan dalam perkotaan saja. Program pendidikan harus disetarakan di setiap daerah. Baik perkotaan ataupun pedesaan sekalipun. Dukungan dari berbagai pihak dan tentunya dari pemerintah itu sendiri sangat di butuhkan. Dari sinilah usaha apa saja yang bisa kita lakukan adalah dengan melalui jalur pendidikan non formal atau lebih dikenal dengan Pendidikan Luar Sekolah. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) ini, dapat membantu ketertinggalan yang terjadi pada Sumber Daya Manusia khususnya yang ada di Negara kita ini.
Kita harus mempunyai sikap optimis untuk mengangkat sejumlah ketertinggalan yang terjadi ini. PLS ini sangat penting bagi SDM yang ada karena PLS memiliki program-program yang mampu membantu menyetarakan pendidikan tersebut.
Pemerintah melalui semangat otonomi daerah adalah menggerakan program pendidikan non formal tersebut, sebab berdasarkan UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus di tumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan yang berbasis masyarkat, serta pemerintah juga bertanggung jawab atas kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya bagi penuntasan wajib belajar 9 tahun.
Secara bertahap, akan dilakukan sosialisasi dalam dunia PLS yang dapt digunakan untuk menggali dan memanfaatkan SDM agar menjadi lebih baik lagi. Pendidikan Luar Sekolah ini sangat tepat untuk digunakan sebagai alternative dalam meningkatkan sumber daya manusia tersebut.
Dalam kaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, maka program PLS lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, tanpa mengesampingkan aspek akademis. Oleh sebab itu Program PLS mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalitas, produktivitas, dan daya saing dalam merebut peluang pasar dan peluang usaha, maka yang perlu disusun Rencana strategis adalah :
- Meningkatkan mutu tenaga kependidikan PLS;
- Meningkatkan mutu sarana dan prasarana dapat memperluas pelayanan PLS, dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil;
- Meningkatkan pelaksanaan program kendali mutu melalui penetapan standard kompetensi, standard kurikulum untuk kursus;
- Meningkatkan kemitraan dengan pihak berkepentingan (stakholder) seperti Dudi, asosiasi profesi, lembaga diklat; serta
- Melaksanakan penelitian kesesuain program PLS dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Demikian pula kaitan dengan peningkatan kualitas manajemen pendidikan.
Strategi PLS dalam rangka era otonomi daerah, maka rencana strategi yang dilakukan adalah:
- Meningkatkan peranserta masyarakat dan pemerintah daerah;
- Pembinaan kelembagaan PLS;
- Pemanfaatan/pemberdayaan sumber-sumber potensi masyarakat;
- Mengembangkan sistem komunikasi dan informasi di bidang PLS;
- Meningkatkan fasilitas di bidang PLS
Semangat Otonomi Daerah PLS memusatkan perhatiannya pada usaha pembelajaran di bidang keterampilan lokal, baik secara sendiri maupun terintegrasi. Diharapkan mereka mampu mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki, sehingga dapat bekerja lebih produktif dan efisien, selanjutnya tidak menutup kemungkinan mereka dapat membuka peluang kerja.
PLS dirasa sangat penting, selain yang telah disebutkan di atas, PLS juga lebih berorientasi pada pasar dimana dapat dirasakan langsung manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri.
PLS menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah sejalan dengan Pendidikan Berbasis Masyarakat, penyelenggaraan PLS lebih memberdayakan masyarakat sebagai perencana dan pelaksanaan serta pengendali. PLS perlu mempertahankan falsafah lebih baik mendengar dari pada didengar. Selain itu, Pemerintah daerah propinsi, kabupaten dan kota secara terus menerus memberi perhatian terhadap PLS sebagai upaya peningkatan SDM, dan PLS sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan masyarakat, terutama anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, dan anak usia putus sekolah.
PLS juga tidak hanya bisa dilakukan pada usia sekolah. Dengan adanya PLS ini, pendidikan pra sekolah pun bisa dilakukan. Salah satunya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Usia pra sekolah ini beragam bisa dari usia 2 tahun keatas. Krena pengertian dari usia pra sekolah itu sendiri adalah bisa dikatakan sebagai usia dimana pendidikan yang diberikan pada anak yang belum memiliki kematangan untuk mengenyam pada dunia pendidikan itu sendiri.
Seorang ahli berpendapat bahwa setiap anak yang baru dilahirkan diibaratkan sebagai kertas putih yang belum ternoda sedikitpun. Orang tuanyalah yang nantinya akan membentuk dan mejadikan anak tersebut menjadi manusia yang didinginkannya. (Jhon Lhoke).
Contoh program-program lain yang muncul dari Pendidikan Luar sekolah (PLS) yaitu seperti Kesetaraan (Paket A, B, dan C), dan dari segi pembinaan kelembagaan yaitu Kursus, PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ), dan TBM ( Taman Baca Masyarakat ).
Jadi, dari sini dapatt dibuktikan bahwa dalam PLS terdapat program-program yang dapat membina dan mendidik bagi kalangan masyarak banyak demi meningkatkan SDM yang berkualitas dan bermutu.
B. Konsep Pendidikan Luar Sekolah
Sebelum membahas konsep dari pendidikan luar sekolah, pendidikan luar sekolah (PLS) memiliki tiga komponen penyelenggaraan, yaitu:
1. Pendidikan keaksaraan yaitu, komponen PLS yang berfungsi memberikan pengettahuan dasar baca tulis, hitung dan pengetahuan dasar.
2. Pendidikan dasar (basic education):komponen PLS yang berfungsi untuk memberikan pendidikan setara pendidikan dasar.
3. Pendidikan berkelanjutan ( Continuing Education ) : yaiu komponen PLS yang bertujuan untuk memberikan pendidikan lanjutan seperti keterampilan bermata pencaharian.
Secara terperinci dapat diungkapkan alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah:
Alasan dari Segi Faktual _historis
-Kesejarahan
-Kebutuhan Pendidikan
-Potensi sumber belajar
-Keterlantaran Pendidikan luar sekolah
Alasa dari segi Analitis -parsfektif
-pelestarian identitas bangsa
-Kecende rungan belajar individual
Alasan dari segi Formal -kebijakan
-Pembukaan UUD 1945
-GBHN
- Pelita
Alasan dari Segi Faktual _historis
-Kesejarahan
-Kebutuhan Pendidikan
-Potensi sumber belajar
-Keterlantaran Pendidikan luar sekolah
Alasa dari segi Analitis -parsfektif
-pelestarian identitas bangsa
-Kecende rungan belajar individual
Alasan dari segi Formal -kebijakan
-Pembukaan UUD 1945
-GBHN
- Pelita
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Pendidikan Luar Sekolah adalah jalur pendidikan nonformal. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dirasa sangat penting bagi kehidupann kita sehari-hari. pLS memiliki banyak program yang bila dijaankan sesuai dengan fungsinya secara baik dan benar, maka akan dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan berguna bagi kehidupan masyarakat banyak.
Selain dirasa penting, PLS memiliki konsep dan memiliki tujuan yang perlu dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Langganan:
Postingan (Atom)